Upgradding KARISMA

Semangat KARISMA

Punggawa KARISMA

Sehangat Bersama keluarga

Ngumpul bareng Annisa

Jum'at galau? Yuk Ngumpul Bareng Annisa

Blogroll

“Jauhilah neraka walupun hanya dengan (sedekah) sebiji kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim.)| “Sungguh luruskanlah shaf kalian, atau (jika tidak) Allah akan benar-benar menimbulkan perselisihan di antara wajah-wajah kalian.” [HR Al Bukhari (177) dan Muslim (436)] | “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804] | Al-Ghazali :“Berteman & Bergaul dengan orang baik akan mewariskan sikap baik. Karena tabiat manusia cenderung selalu meniru dan mengikuti (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42)

Senin, 24 Juni 2013

Menyiapkan Diri Menyambut Ramadhan

Tak terasa kita telah memasuki bulan Sya’ban. Sebentar lagi kita akan kedatangan bulan Ramadhan. Setelah sekian lama berpisah, kini Ramadhan kembali akan hadir di tengah-tengah kita. Bagi seorang muslim, tentu kedatangan bulan Ramadhan akan disambut dengan rasa gembira dan penuh syukur, karena Ramadhan merupakan bulan maghfirah, rahmat dan menuai pahala serta sarana menjadi orang yang muttaqin.
Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita melakukan persiapan diri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan, agar Ramadhan kali ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa.
Tentu saja persiapan diri yang dimaksud di sini bukanlah dengan memborong berbagai macam makanan dan minuman lezat di pasar untuk persiapan makan sahur dan balas dendam ketika berbuka puasa. Juga bukan dengan mengikuti berbagai program acara televisi yang lebih banyak merusak dan melalaikan manusia dari mengingat Allah Swt dari pada manfaat yang diharapkan, itupun kalau ada manfaatnya. Bukan pula pergi ke pantai menjelang Ramadhan untuk rekreasi, makan-makan dan bermain-main.
Jadi, bagaimana sebenarnya cara kita menyambut Ramadhan? Apa yang mesti kita persiapkan dalam hal ini? Maka tulisan ini mencoba memberi jawaban dari pertanyaan tersebut. Menurut penulis, banyak hal yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan menyambut  kedatangan Ramadhan, yaitu:
Pertama, berdoa kepada Allah Swt, sebagaimana yang dicontohkan para ulama salafusshalih. Mereka berdoa kepada Allah Swt dengan sungguh-sungguh agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya dan selama enam bulan berikutnya mereka berdoa agar puasanya diterima Allah Swt, karena berjumpa dengan bulan ini merupakan nikmat yang besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik oleh Allah Swt. Mu’alla bin al-Fadhl berkata, “Dulunya para salaf berdoa kepada Allah Ta’ala (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan berikutnya agar Dia menerima (amal-amal shaleh) yang mereka kerjakan” (Lathaif Al-Ma’aarif: 174)

Kedua, menuntaskan puasa tahun lalu. Sudah seharusnya kita mengqadha puasa sesegera mungkin sebelum datang Ramadhan berikutnya. Namun kalau seseorang mempunyai kesibukan atau halangan tertentu untuk mengqadhanya seperti seorang ibu yang sibuk menyusui anaknya, maka hendaklah ia menuntaskan hutang puasa tahun lalu pada bulan Sya’ban. Sebagaimana Aisyah r.a  tidak bisa mengqadha puasanya kecuali pada bulan Sya’ban. Menunda qadha puasa dengan sengaja tanpa ada uzur syar’i  sampai masuk Ramadhan berikutnya adalah dosa, maka kewajibannya adalah tetap mengqadha, dan ditambah kewajiban membayar fidyah menurut sebagian ulama.
Ketiga, persiapan keilmuan (memahami fikih puasa). Mu’adz bin Jabal r.a berkata: ”Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.
Oleh karena itu, suatu amal perbuatan tanpa dilandasi ilmu, maka kerusakannya lebih banyak daripada kebaikannya. Maka dalam hal ini, hanya dengan ilmu kita dapat mengetahui cara berpuasa yang benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw. Begitu juga ilmu sangat diperlukan dalam melaksanakan  ibadah lainnya seperti wudhu, shalat, haji dan sebagainya. Maka, menjelang Ramadhan ini sudah sepatutnya kita untuk membaca buku fiqhus shiyam (fikih puasa) dan ibadah lain yang berkaitan dengan Ramadhan seperti shalat tarawih, i’tikaf dan membaca al-Quran.
Kempat, persiapan jiwa dan spiritual. Persiapan yang dimaksud di sini adalah mempersiapkan diri lahir dan batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah agung lainnya di bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya, yaitu dengan hati yang ikhlas dan praktek ibadah yang sesuai dengan petunjuk dan sunnah Rasulullah Saw.
Selanjutnya, baca lebih lanjut di www.dakwatuna.com

Sabtu, 18 Mei 2013

Ada Cerita di Balik Pelatihan Kehumasan Dan Desain Grafis


part I
[Sabtu, 18 Mei 2013]. Sabtu  pagi ini cuacanya agak berawan, namun dengan keadaan yang seperti itu agaknya tidak menyurutkan antusiasme para mahasiswa yang notabene tidak hanya berasal dari Fakultas Ilmu Keolahragaan saja melainkan juga ada yang berasal dari fakultas lain pula  seperti FMIPA dan FIP… untuk mengikuti Pelatihan Kehumasan dan Desain Grafis yang diselenggarakan oleh Departemen Kehumasan , Karisma, Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Pukul 07.50 para partisipan sudah mulai berdatangan, kemudian pukul 08.00 tepat acaranya sudah bisa dimulai dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia Lukmanul Hakim dan ketua Karisma Muhamad Rizky Setiawan. Sayangnya bapak PD III, dan Pendamping Karisma, Ibu Anirotul Qori’ah berhalangan untuk hadir. Sehingga dengan adanya hal tersebut, akhirnya acara ini dibuka oleh Muhamad Rizky Setiawan selaku Ketua Karisma 2013. 

Sembari menunggu pemateri pertama  datang , acara ini diselingi dengan Ice Breaking yaitu penampilan video pengaplikasian Corel Draw X3, X4, dan X5 serta pemberian aplikasi Corel Draw kepada para peserta bagi yang laptopnya belum ada aplikasinya. Sepuluh menit telah berlalu , akhirnya pemateri pertama pun telah datang. Pemateri pertama ini bernama Dwi Purnawan yang merupakan Ketua Karisma 2009. Beliau sendiri membawakan materi yang berkaitan dengan Sosial media dan  Destination Brand ( Strategi Efektif menangkan ber social media).  Untuk session pertama disampaikan dahulu materi yang berkaitan dengan sosmed (Sosial Media)/ situs jejaring social seperti facebook, twitter, blog, wordpress, dll. Para pesertapun mulai memperhatikan materi yang tengah disampaikan dengan cukup lugas. Ditengah-tengah penyampaian materi untuk mengantisipasi kejenuhan peserta beliau menampilkan video tentang betapa kuatnya pengaruh sosmed dalam berbagai bidang kehidupan. Seperti penggulingan rezim Khadafi oleh rakyatnya sendiri , yang ternyata segala perencanaannya  dikoordinasikan lewat situs jejaring social seperti facebook dan twitter. Dari situlah kita bisa tahu, betapa besar pengaruh media social dalam perkembangan dunia.  Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.Semaikin siang suasana semakin panas, dan semakin membakar semangat para peserta untuk ingin lebih tahu lagi mengenai Sosmed. Hal ini dibuktikan  dalam sesi tanya jawab , sudah lumayan banyak peserta yang aktif bertanya berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Pertanyaan demi pertanyaan telah dijawab dengan cukup jelas oleh beliau Dwi Purnawan dan direspon oleh peserta dengan anggukan kecil tanda mengerti dan paham serta puas  dengan jawaban yang telah diberikan . 

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian materi session ke dua berkaitan dengan Destination Brand. Dalam materi kedua ini lebih banyak dibicarakan mengenai fungsi kehumasan itu sendiri. Singkat waktu tibalah diakhir acara, namun sebelum acara benar-benar berakhir diadakan terlebuh dahulu evaluasi atau sejenis perlombaan yaitu peserta diwajibkan untuk membuat artikel berkaitan dengan sosmed tadi.



Senin, 22 April 2013

Birrul Wallidain ^_^

 – Sahabat sekalian, suatu waktu saya pernah menghadiri suatu acara training motivasi di kampus saat masa kuliah dahulu. Pada waktu itu ada statement trainernya yang masih saya ingat sampai sekarang. Ia berkata: “rata-rata orang sukses di seluruh dunia itu, mempunyai hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya khususnya dengan ibunya” jadi jika kita ingin sukses maka sebelum itu yang harus diperhatikan ialah bagaimana hubungan kita dengan orang tua saat ini? Apakah penuh kehangatan atau penuh dengan kebencian? Yang saat ini hubungan dengan orang tuanya penuh kehangatan bersyukurlah Anda orang yang beruntung. Untuk mereka yang punya hubungan tidak baik dengan orang tuanya berdoalah agar dimudahkan Allah untuk memperbaiki hubungan dengan mereka.
Sangat penting sekali mempunyai hubungan yang baik dengan orang tua, khususnya ibu. Kenapa? Karena ridha Allah ialah ridha orang tua, dan doa ibu itu Subhanallah, tanpa hijab di hadapan Allah mudah menembus langit. Sehingga doa seorang ibu yang dipanjatkan untuk anaknya sangat mudah untuk Allah kabulkan. Mungkin sebagian dari kira ada yang tidak sadar bahwa, kemungkinan kesuksesan-kesuksesan kita selama ini adalah buah dari doa ibu kita kepada Allah tanpa kita ketahui. Dan seorang ibu itu tanpa disuruh pasti akan selalu mendoakan anaknya di tiap nafasnya kala bermunajat kepada Allah. Tapi seorang anak belum tentu selalu berdoa untuk orang tuanya ketika Shalat.
Mungkin sebagian dari kita suka mengeluh tentang sifat buruk orang tua kita, entah karena ibu nya cerewet, suka ikut campur, suka nyuruh-nyuruh, tidak gaul dan lain sebagainya. Jika kita seperti ini maka tragis. Kenapa tragis? Karena kita terlalu focus dengan secuil kekurangan orang tua kita dan melupakan segudang kebaikan yang telah diberikan kepada kita selama ini. Di pihak lain ada Orang-orang seusia Anda di luar sana di pinggir jalanan, di bawah kolong jembatan dan di tempat lainnya mereka juga suka mengeluh, tapi yang mereka keluhkan ialah bukan karena sifat orang tua atau ibu mereka, tapi mereka mengeluh karena mereka tidak punya lagi orang tua. Bersyukurlah kita yang saat ini masih mempunyai orang tua. Jika ingin tahu rasanya tidak punya ibu, coba tanyakan kepada teman-teman Anda yang ibu nya telah tiada. Mungkin perasaan mereka sangat sedih dan kekurangan motivasi dalam hidup. Coba bayangkan jika kita tidak punya ibu lagi, maka ketika kita akan pergi ke luar rumah untuk sekolah atau bekerja, maka tidak ada lagi tangan yang bias kita cium, jika kita tidak punya ibu lagi maka mungkin tidak ada lagi makanan yang tersedia di meja makan saat kita pulang, jika kita tidak punya ibu lagi ketika hari lebaran rumah terasa sepi dan lebaran terasa tanpa makna, jika kita tidak punya ibu lagi kita hanya bisa membayangkan wajah tulusnya di pikiran kita dan melihat baju-bajunya di lemarinya.
Banyak di antara kita suka mengeluh tentang sifat negative ibu kita, tapi kita tidak pernah berfikir mungkin hampir setiap malam ibu kita di keheningan sepertiga malam bangun untuk shalat tahajjud mendoakan kita sampai bercucuran air mata agar kita sukses dunia dan akhirat. Mungkin di suatu malam beliau pernah mendatangi kita saat tidur dan mengucap dengan bisik “nak, maafkan ibu ya… ibu belum bisa menjadi ibu yang baik bagimu” kita mungkin juga lupa di saat kondisi ekonomi rumah tangga kurang baik, ibu kita rela tidak makan agar jatah makannya bisa dimakan anaknya. Ketika kita masih kecil ibu kira rela tidur dan lantai dan tanpa selimut, agar kita bisa tidur nyaman di kasur dengan selimut yang hangat.
Setelah semua pengorbanan telah diberikan oleh ibu kita selama ini, lalu coba renungkan apa yang kita perbuat selama ini kepada ibu kita? Kapan terakhir kita membuat dosa kepadanya? Kapan terakhir kita membentak-bentaknya? Pantaskah kita membentak ibu kita yang selama Sembilan bulan mengandung dengan penuh penderitaan? Pantaskah kah kita membentak ayah kita yang setiap hari pergi pagi pulang malam, lebur setiap hari, ngutang sana-ngutang sini agar kita terpenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu maka berusahalah untuk berbakti kepada orang tuamu khususnya kepada Ibumu. Karena masa depan mu ada di desah doa-doanya setiap malam. Dan ingat “perilaku kita dengan orang tua kita saat ini akan mencerminkan perilaku anak kita kepada diri kita nanti”.
dakwatuna.com


-Sehangat Bersama Keluarga-


Jumat, 19 April 2013

NBA ( Ngaji Bareng Annisa )



Assalamu’alaikum wr.wb.
Selamat malam, semangat Pagi teman2 semua :D

Mimin hadir lagi nih, yang puastiii dengan berita baru, gress and up to date about karisma pastinya :d ^_^.

kali ini nih, ada berita bagus tentang karisma nih kawan-kawan. karisma habis ngadain kegiatan nih tadi siang. mimin sukaaaaaaaaaa banget sama kegiatan ini. namanya “nba”. lho?? kyk nama liga basket di negara amerika yah??hehe,:d tapi bukan lho.

nba ini tuh singkatan dari ngaji bareng annisa.:d kegiatan ini khususon buat cewek / perempuan /akhwat lho. ikhwan ndak boleh ikut *namanya juga annisa, ya khusus akhwat, sebab ikhwan juga harus sholat jum’at,hehehe ^_^. 
brarti hari jum’at dong??  iya ukhti, sebab nba ini dilaksanakan setiap hari jum’at lho ukhti, dimulai dari pukul 11.00 – 12.30 wib, “catat ya ukhti”hehehe

di NBA ini tuh, kita nanti akan belajar ngaji bareng ukh, tentang makhorijul hurufnya juga, jadi anti ndak usah malu kalo masih blum lancar ngajinya, nanti kita belajar bareng kok disini, tapi kita ndak cuma ngaji doang kok ukh, nanti akan diskusi juga  tentang keakhwatan. pokoknya seru dan bermanfaat beud deh ukh. anti harus datang ya, nanti mimin tunggu pokoknya, okey :d. oiya NBA ini, persembahan dari Departemen Annisa KARISMA ukh, kadept dan sekdeptnya namanya ukh Dwi Rohmah Lestari dan ukh Iga Nur Fitriani, so nanti juga bisa kenal sma mereka, tambah teman baru deh.

udah dlu ya, mimin udah ngantuk, mau bobog maniezz dlu,hehe, jangan lupa baca doa sebelum tidur juga buat teman-teman mimin semua.
wassalamu’alaikum wr.wb ^_^

(Reporter by : Dept HUMAS Karisma)
-Sehangat Bersama Keluarga-